Yup.. Bukan cuma Windows saja yang ada tweakingnya, Linux juga ada lho …😉 Ini bermula dari rasa penasaran saya ketika menggunakan Linux distro OpenSUSE 10.2. OpenSUSE ini terasa berjalan lambat dibanding dengan Linux distro lain pada komputer yang sama. Dulu saya menggunakan Mandriva 2006 kemudian beralih ke OpenSUSE 10.1 dan sekarang menggunakan OpenSUSE 10.2. sebelumnya saya juga sering mencoba – coba distro linux yang lain. Memang saya merasakan OpenSUSE lebih berat dari distro linux yang lain. Kemudian saya coba cari ke om gugel, gimana cara meningkatkan kecepatan openSUSE 10.2, He”.. ternyata ada. Ini saya ambil dari web nya mas vavai, beliau juga pengemar berat SUSE.

Tips meningkatkan kecepatan OpenSUSE ini diujicobakan pada komputer dengan OpenSUSE 10.2 yang saya gunakan. Hasilnya sangat memuaskan. Jangan lupa, harap sesuaikan beberapa setting dengan konfigurasi yang dipakai.
Apa saja yang harus dilakukan agar OpenSUSE bisa ngebut dengan leluasa ?

1. Disable Swap
Jika anda memiliki RAM lebih dari cukup, minimal 512 MB dan tidak menjalankan aplikasi kelas berat (aplikasi grafis, compiz / beryl contohnya), sebaiknya jangan gunakan swap anda. Swap memang disediakan untuk mengantisipasi kekurangan memori, namun kadangkala Linux menggunakan swap meski memori masih tersisa cukup banyak.

Untuk mematikan swap, buka Konsole dan ketikkan :

/sbin/swapoff -a

Untuk menghidupkannya kembali, buka Konsole dan ketikkan :

/sbin/swapon -a

Menonaktifkan swap akan langsung meningkatkan kecepatan komputer. Jika terjadi masalah (hang misalnya) berarti memori yang dibutuhkan masih kurang dan justru membutuhkan swap file. NOTE : Jangan lakukan jika memori <= 256 MB.

2. Non Aktifkan Service yang tidak Perlu
Untuk menonaktifkan service yang tidak perlu, buka YAST | SYSTEM | SYSTEM SERVICES – RUNLEVEL. Pilih Expert Mode agar bisa leluasa melihat pilihan yang ada. Jangan lupa, stop service yang sedang berjalan dan non aktifkan (set as disable) pilihannya. Jika hanya melakukan stop service tanpa disable, service tersebut akan berjalan kembali ketika proses booting.

Saya sempat heran ketika melihat service yang dijalankan oleh OpenSUSE. Banyak diantaranya tidak pernah saya pakai namun ketika saya lihat statusnya malah running on boot !

Apa saja service yang tidak dipakai ? Tentu mesti disesuaikan dengan kebutuhan tapi list berikut mungkin bisa membantu :

aaeventd : Kalau tidak pernah menggunakan AppArmor, disable saja. Jika disable service ini, disable juga service boot.apparmor
acpid : biarkan
alsasound : biarkan
atd : disable
auditd : disable
autofs : disable
autoyast : disable
cron : biarkan
cups : jika ada printer, biarkan. Jika tidak, disable disable)
cupsrenice : sesuai setting cups
dbus : biarkan
earlykbd : biarkan, ini untuk keyboard, kecuali kamu nggak mau pakai keyboard, hehehe…)
earlykdm : biarkan
earlysyslog : biarkan
esound : disable
fam : disable
fbset : disable
gpm : disable
gssd : disable
haldaemon : biarkan
idmapd : disable
joystick : disable (kecuali memakainya untuk games yang membutuhkan joystick)
kbd : biarkan (ini juga service untuk keyboard)
ksysguardd : disable
lirc : disable
lm_sencors : disable
mdadmd : disable
mdnsd : disable
mircocode (Jika menggunakan processor AMD CPU disable, biarkan jika menggunakan processor intel)
network : biarkan
nfs : disable (Lakukan disable service portmap terlebih dahulu)
nfsboot : disable
nfsserver : disable
nmb : disable
novell-zmd : disable
nscd : disable
ntp : disable
openct : disable
pscsd : disable
portmap : disable
postfix : disable, kecuali pakai mail server
powerd : disable
pwersaved : disable, kecuali butuh untuk suspend komputer
random : biarkan
raw : disable
resmgr : biarkan
rpasswdd : disable
running-kernel : disable, ini bukan si kernelnya melainkan pilihan untuk switch
saslauthd : disable
smb : disable
smbfs : disable
smpppd : disable
spamd : disable
splash : biarkan
splash_early : biarkan
SuSEfirewall2_setup : biarkan
svcgssd : disable
syslog : biarkan
xdm : biarkan
xfs : disable
xinetd : disable
ybind : disable
BEWARE : Jika menggunakan samba dan aplikasi tertentu yang membutuhkan suatu service, periksa kembali settingnya.

Langkah kedua ini membuat kecepatan komputer saya meningkat hingga beberapa puluh persen. Sumpah😀

3. Edit Inittab

Lihat bagian berikut :
# getty-programs for the normal runlevels
# :::
# The “id” field MUST be the same as the last
# characters of the device (after “tty”).
1:2345:respawn:/sbin/mingetty –noclear tty1
2:2345:respawn:/sbin/mingetty tty2
3:2345:respawn:/sbin/mingetty tty3
4:2345:respawn:/sbin/mingetty tty4
5:2345:respawn:/sbin/mingetty tty5
6:2345:respawn:/sbin/mingetty tty6
Non aktif pada tty3 dan seterusnya dengan memberi tanda # didepan pilihan, kecuali port tersebut memang benar-benar dipakai. Tty adalah port serial pada komputer.

# getty-programs for the normal runlevels
# :::
# The “id” field MUST be the same as the last
# characters of the device (after “tty”).
1:2345:respawn:/sbin/mingetty –noclear tty1
2:2345:respawn:/sbin/mingetty tty2
#3:2345:respawn:/sbin/mingetty tty3
#4:2345:respawn:/sbin/mingetty tty4
#5:2345:respawn:/sbin/mingetty tty5
#6:2345:respawn:/sbin/mingetty tty6
4. Ubah setting pada sysconfig

Ubah setting untuk proses yang dijalankan secara concurrent

YAST | SYSTEM | /etc/sysconfig editor

Klik pada tanda plus didepan SYSTEM, pilih KERNEL
Ubah
SCHED_MINTIMESLICE 1000
SCHED_MAXTIMESLICE 40000

Klik pada tanda plus didepan SYSTEM, pilih File System -> mdadm
disable MDADM_SCAN dan set “0” untuk MDADM_DELAY

5. Tambahkan pilihan pada /etc/fstab

Untuk Ext3 : natime, nodiratime, barrier = 1
Untuk XFS : noatime, nodiratime
Untuk ReiserFS : notail, noatime, nodiratime, barrier = flush
6. Jika menggunakan KDE, ubah setting Service Manager

K menu | Personal Settings | KDE Components | Service Manager

Biarkan pilihan berikut :
KDED Favicon Module
Konqueror preloader (jika menggunakan Konqueror)
Kwallet Daemon Module
KDED Media Manager
Media Notifier Daemon

Selain pilihan diatas bisa didisable. Coba sekarang rasakan kecepatan OpenSUSE. Jika puas, silakan hubungi saya, kalau tidak puas, maafkan saya😉